• Jumat, 27 Mei 2022

Cara Budidaya Ikan Nila dan Lele dengan Sistem Bioflok

- Rabu, 13 April 2022 | 14:33 WIB
Cara Budidaya Ikan Nila dan Lele dengan Sistem Bioflok MuslimTerkini.com - Budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan. Terlebih, produk pangan berbasis ikan memang menjadi andalan pemerintah dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Haryono, warga Desa Ciptasari Kec. Mesuji Raya Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera-Selatan melakukan inovasi baru dalam budidaya ikan. Dia menggunakan kolam sistem bioflok untuk budidaya ikan nila dan lele. “Budidaya ikan nila dan lele dengan menggunakan sistem bioflok sangat efesien. Hasilnya juga bagus dan memuaskan,” kata Haryono. Lalu, apa itu sistem bioflok? Dikutip dalam laman Litbang.Pertanian.co.id, bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai pencernaan pakan. Sedangkan prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari kabon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok. Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok. Haryono membudidayakan ikan nila dan lele di kolam yang dia buat di sekitar rumahnya. Jenis kolam yang dia gunakan yaitu kolam dengan sistem bioflok. Menurut Haryono, membuat sistem bioflok dalam budidaya ikan nila dan lele memang sedikit rumit. Namun dengan belajar, sistem bioflok akan dapat dibuat. Cara membuat bioflok sendiri cukup mudah. Yaitu dengan mencampurkan gram, kapur dolomit, molase, probiotik dtambahkan air di wadah budidaya. Lalu, campuran tersebut didiamkan selama seminggu dan setelah itu ikan dapat ditebar. Penggunaan sistem bioflok ini akan menghemat pakan akibat mikrooganisme yang tumbuh dalam kolam memiliki nutrisi yang tinggi dan protein tinggi untuk pakan ikan.  “EM4 dan tetes tebu miliki peran penting dalam budidaya kolam Bioflok, EM4 dan tetes tebu dapat meningkatkan daya tahan, dan kesehatan ikan,” ujar Haryono. Budidaya ikan seperti nila dengan sistem bioflok, untuk benih ukuran 7cm – 9 cm bisa dipanen dalam jangka waktu tiga hingga empat bulan. Rata-rata ukuran ikan nila dalam satu kilo berisi 6 sampai 8 ekor. Sedangkan panen lele sistem bioflok umumnya memasuki umur 2,5 sampai 3 bulan. Panen ikan lele usahakan mengikuti rotasi harga untuk menjaga harga jual lele di pasaran. Ukuran ikan lele sendiri mengikuti permintaan konsumen. Umumnya untuk ukuran ikan lele 1 kg berisi 8 hingga 10 ekor. Haryono menambahkan, modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok mulai dari Rp 2 juta. Modal tersebut cukup untuk satu kolam berdiameter 2-3 meter dan kepadatan lele sebanyak 1.500-2.000 ekor. “Sebelumnya saya menggunakan kolam semen bisa, hasilnya pun lumayan. Sekarang saya mencoba menggunakan sistem bioflok,” ujar Haryono. Haryono berharap ke depannya usaha budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok lancar dan ekonominya akan semakin baik.* (KKP)
Cara Budidaya Ikan Nila dan Lele dengan Sistem Bioflok MuslimTerkini.com - Budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan. Terlebih, produk pangan berbasis ikan memang menjadi andalan pemerintah dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Haryono, warga Desa Ciptasari Kec. Mesuji Raya Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera-Selatan melakukan inovasi baru dalam budidaya ikan. Dia menggunakan kolam sistem bioflok untuk budidaya ikan nila dan lele. “Budidaya ikan nila dan lele dengan menggunakan sistem bioflok sangat efesien. Hasilnya juga bagus dan memuaskan,” kata Haryono. Lalu, apa itu sistem bioflok? Dikutip dalam laman Litbang.Pertanian.co.id, bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai pencernaan pakan. Sedangkan prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari kabon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok. Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok. Haryono membudidayakan ikan nila dan lele di kolam yang dia buat di sekitar rumahnya. Jenis kolam yang dia gunakan yaitu kolam dengan sistem bioflok. Menurut Haryono, membuat sistem bioflok dalam budidaya ikan nila dan lele memang sedikit rumit. Namun dengan belajar, sistem bioflok akan dapat dibuat. Cara membuat bioflok sendiri cukup mudah. Yaitu dengan mencampurkan gram, kapur dolomit, molase, probiotik dtambahkan air di wadah budidaya. Lalu, campuran tersebut didiamkan selama seminggu dan setelah itu ikan dapat ditebar. Penggunaan sistem bioflok ini akan menghemat pakan akibat mikrooganisme yang tumbuh dalam kolam memiliki nutrisi yang tinggi dan protein tinggi untuk pakan ikan. “EM4 dan tetes tebu miliki peran penting dalam budidaya kolam Bioflok, EM4 dan tetes tebu dapat meningkatkan daya tahan, dan kesehatan ikan,” ujar Haryono. Budidaya ikan seperti nila dengan sistem bioflok, untuk benih ukuran 7cm – 9 cm bisa dipanen dalam jangka waktu tiga hingga empat bulan. Rata-rata ukuran ikan nila dalam satu kilo berisi 6 sampai 8 ekor. Sedangkan panen lele sistem bioflok umumnya memasuki umur 2,5 sampai 3 bulan. Panen ikan lele usahakan mengikuti rotasi harga untuk menjaga harga jual lele di pasaran. Ukuran ikan lele sendiri mengikuti permintaan konsumen. Umumnya untuk ukuran ikan lele 1 kg berisi 8 hingga 10 ekor. Haryono menambahkan, modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok mulai dari Rp 2 juta. Modal tersebut cukup untuk satu kolam berdiameter 2-3 meter dan kepadatan lele sebanyak 1.500-2.000 ekor. “Sebelumnya saya menggunakan kolam semen bisa, hasilnya pun lumayan. Sekarang saya mencoba menggunakan sistem bioflok,” ujar Haryono. Haryono berharap ke depannya usaha budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok lancar dan ekonominya akan semakin baik.* (KKP)

MuslimTerkini.com - Budidaya ikan nila dan lele dengan sistem bioflok akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan.

Terlebih, produk pangan berbasis ikan memang menjadi andalan pemerintah dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Haryono, warga Desa Ciptasari Kec. Mesuji Raya Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera-Selatan melakukan inovasi baru dalam budidaya ikan. Dia menggunakan kolam sistem bioflok untuk budidaya ikan nila dan lele.

“Budidaya ikan nila dan lele dengan menggunakan sistem bioflok sangat efesien. Hasilnya juga bagus dan memuaskan,” kata Haryono.

Baca Juga: Inilah 5 Golongan yang Berhak Menerima Sedekah Subuh

Apa itu sistem bioflok?

Dikutip dalam laman Litbang.Pertanian.co.id, bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai pencernaan pakan.

Sedangkan prinsip dasar bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang terdiri dari kabon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen menjadi massa sludge berbentuk bioflok.

Perubahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan sebagai bioflok.

Halaman:

Editor: Nur Jamal Shaid

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Alasan Pentingnya Melakukan Analisa Usaha Tani

Minggu, 17 April 2022 | 14:30 WIB

3 Puisi Malam Minggu Penuh Makna

Minggu, 17 April 2022 | 10:38 WIB

3 Puisi Rindu dan Harapan Penuh Makna Mendalam

Minggu, 17 April 2022 | 10:02 WIB

3 Puisi Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda

Jumat, 8 April 2022 | 14:52 WIB

3 Puisi Tentang Pergaulan Zaman Sekarang

Jumat, 8 April 2022 | 14:26 WIB

3 Puisi Kenakalan Remaja Masa Kini

Jumat, 8 April 2022 | 14:12 WIB

3 Puisi Amarah Cinta yang Sangat Bermakna

Jumat, 8 April 2022 | 09:56 WIB

3 Puisi Frustasi Kehidupan yang Sangat Bermakna

Jumat, 8 April 2022 | 09:48 WIB

Terpopuler

X