• Kamis, 21 Oktober 2021

Senyuman, Ia Laksana Pengetuk Pintu: dan Catatlah Senyum Itu Gratis Lho

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 07:00 WIB
Ilustrasi Seseorang Sedang Tersenyum (Pixabay)
Ilustrasi Seseorang Sedang Tersenyum (Pixabay)

Muslim Terkini - Senyum sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, bagaimana tidak senyum bisa membuat mood lawan bicara menjadi baik, senyum bisa meruntuhkan kesal antara dua pihak yang berselisih namun dengan catatan senyum tersebut harus ikhlas dan jujur dari dalam hati kawan sobat. 

Para ahli kejiwaan mengatakan senyum yang jujur merefleksikan kepribadian yang sehat. Sementara itu kebalikan dari senyum adalah raut muka yang tidak bersahabat, hal ini tampak menyeramkan dan merupakan gambaran pribadi yang sakit.

Senyum laksana pengetuk pintu yang tertutup dimana pintu akan terbuka apabilia diketuk dengan tepat. Seyum merupakan sifat yang paling bijak dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Senyum mengirimkan sinyal positif kepada siapapun disekitar kita.

Awal pertemuan akan sangat berarti apabila memberikan kesan positif bagi orang lain. Tidak perlu hadia mewah, tidak perlu pengakuan, cukup dengan tersenyum maka itu menjadi hadiah yang sangat berkesan. Sebuah lengkungan sederhana namun memiliki banyak makna.

Baca Juga: Tips Menghafal 30 Juz Alquran ala Santri Tahfiz Sekolah Cendekia BAZNAS

Rasulullah SAW bersabda:
“sungguh, kalian tidak perlu menarik hati manusia dengan harta kalian. Namun, hendaklah kalian membuat wajah kalian tersenyum dan berakhlak baik.”

Dari perkataan Rasulullah SAW tersebut menjelaskan betapa besarnya efek dari senyum yang jujur, bahkan bisa mengalahkan harta dalam menarik perhatian manusia.

Peneliti menyimpulkan ada 18 macam senyuman. Dari sekian banyak jenis senyuman hanya ada satu senyuman yang hakiki dan menyejukkan batin karena hadir dari kejujuran dan ketulusan kita sebagai insan.

Perasaan tulus yang tersimpan dalam diri seseorang akan membentuk kedua urat wajah dalam posisi yang simetris atau seimbang. Jika senyum itu dusta, maka urat wajah sebelah kiri juga akan merefleksikan sebuah kedustaan (tidak bergerak).

Sebab, urat-urat wajah bagian kiri lebih banyak merefleksikan perasaan yang sebenarnya daripada urat-urat wajah sebelah kanan.

Halaman:

Editor: Wawan Syafus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Sering Marah? Coba Baca Ayat dan Hadits ini

Jumat, 1 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Ingat, Doa Bukanlah Sekadar Formalitas

Jumat, 1 Oktober 2021 | 11:00 WIB

9 Dampak Buruk Pelecehan Seksual pada Laki-laki

Selasa, 28 September 2021 | 22:43 WIB

Jangan Menggunakan Prasangka Jahiliyah

Senin, 27 September 2021 | 11:00 WIB

Senin Semangat: Utamakan Akhlak yang Baik

Senin, 20 September 2021 | 06:00 WIB

Allah Akan Menolong: Optimisme Ditengah Pandemi

Sabtu, 18 September 2021 | 10:00 WIB

Ketika Menjadi Budak Harta dan Cinta Dunia

Jumat, 17 September 2021 | 20:00 WIB

Perisai; Doa dan Dzikir Sepenuh Rasa dikala Pandemi

Selasa, 14 September 2021 | 12:00 WIB

Pentingnya Ilmu dalam Islam, Ini Hukum dan Dalilnya

Selasa, 14 September 2021 | 11:05 WIB

Ikhlaskan dalam Memberi, Jangan Pamrih

Selasa, 14 September 2021 | 09:05 WIB

Generasi Rebahan Setelah Sholat Subuh

Minggu, 12 September 2021 | 15:43 WIB

Kemerdekaan dan Keterbukaan Pikiran untuk Merdeka

Minggu, 12 September 2021 | 09:10 WIB

Taqwa Itu Tahu Diri, Sebab Kita Belum Tentu Suci

Jumat, 10 September 2021 | 10:10 WIB
X