• Minggu, 3 Juli 2022

Pidato Tentang Keistimewaan Bulan Ramadan tahun 2022 yang Bermakna

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 12:00 WIB
Pidato Tentang Keistimewaan Bulan Ramadan  (twibbonize.com)
Pidato Tentang Keistimewaan Bulan Ramadan (twibbonize.com)

MuslimTerkini.com – Inilah teks pidato tentang keistimewaan Bulan Ramadan yang bisa Anda jadikan sebagai referensi. Mengingat, saat ini adalah moment dimana kita menginjakan kaki di Bulan nan suci ini.

Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia. Allah membukakan pintu yang lebar bagi kaum muslimin yang memperbanyak pahala di Bulan Ramadan.

Setan dan maksiat pun “dipenjara”, hal ini tentu menjadi keuntungan karena godaan akan semakin berkurang.

Pidato dibawah ini akan memberikan penggambaran detail dan tegas tentang keutamaan Bulan Ramadan.

Baca Juga: Ruqiyah Syariah, Terapi Alfatihah: Lakukan Dengan Penuh Keyakinan Kepada Allah

Pembukaan Pidato : Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh. Yang terhormat kepada pejabat (pihak terkait) yang sudah hadir dalam acara ini. Juga kepada hadirin yang telah hadir dalam kegiatan ini. Sebelumnya, mari kita bersyukur kepada Allah dan mari bersholawat kepada Nabi Muhammad. Karena sejatinya orang yang pandai berstukur ata bergelimang nikmat, dan orang yang bersholawat akan mendapatkan syafaat. Amin.

Hadirin semua, untuk apa kita berpuasa ? Untuk apa kita menahan lapar ? Tentunya masing-masing dari kita punya tujuan sendiri-sendiri. Ada yang berpuasa karena murni menjalankan perintah Allah, ada yang berpuasa karena ingin dilihat alim, ada yang puasa karena ikut-ikut dan banyak alasan atau niat lain. Namun yang perlu kita garis bawahi pada pertemuan ini adalah kelurusan niat. Bahwa kita berpuasa karena diperintahkan oleh Allah. Bahwa kita berpuasa dengan niat karena Allah .

Kemudian setelah niat kita lurus, maka tanamkan untuk benar-benar menjalankan puasa. Bahwa puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus saja. Ada banyak amalan didalamnya yang seyogyanya kita jalankan. Mari kita perbanyak tadarus, mari perbanyak sedakah dan jangan melakukan maksiat di Bulan Ramadan.

Jangan sampai kita hanya dapat lapar dan haus. Puasa iya tapi solat bolong. Puasa jalan tapi maksiat juga jalan. Yang seharusnya dilakukan adalah puasa dengan sholat 5 waktu dan selalu memperbanyak amalan sunnahnya. Tadarus setiap hari, sedekah setiap hari dan selalu sholat Sunnah setiap hari. Itulah yang dinamakan Ramadan.

Baca Juga: Khutbah Jumat Tentang Zakat Infaq dan Shodaqoh dengan Dalil Lengkap Didalamnya

Halaman:

Editor: Wawan Syafus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X