• Minggu, 3 Juli 2022

Quraish Shihab: Haji Mabrur Itu yang Menepati Janjinya Setelah Kembali dari Tanah Suci

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:24 WIB
Ilustrasi jemaah yang sedang Thawaf di Masjidil Haram (Pixabay)
Ilustrasi jemaah yang sedang Thawaf di Masjidil Haram (Pixabay)

Muslim Terkini – Pendiri Pusat Studi Quran, Prof. Muhammad Quraish Shihab memberikan penjelasan mengenai makna haji mabrur.

Menurut ulama tafsir ini, mabrur atau diterimanya ibadah haji seorang muslim bukan sekadar sah dari sisi pelaksanaannya saja. Mabrur berasal dari kata barra yabarru yang artinya tunduk, taat atau menaati.

Dengan demikian, haji mabrur adalah hajinya orang yang menepati janji setelah kembali dari Tanah Suci

“Kita melaksanakan ibadah ini bagaikan berjanji kepada Allah. Misalnya, thawaf bermakna memasukan diri ke dalam lingkungan Tuhan. Setelah haji, anda berjanji bahwa sisa hidup anda akan selalu masuk dalam lingkungan-Nya,” jelas Quraish Shihab.

Baca Juga: Sambut Hari Santri 2021, Kemenag Helat Pameran Pesantren Berbasis Online

Selanjutnya Sai atau usaha (lari-lari kecil) yang lambangnya dimulai dari Shofa menuju Marwah. Shofa artinya suci dan Marwah artinya puas.

“Sai berarti anda berjanji akan berusaha dengan titik tolak dari kesucian secara sungguh-sungguh. Itu sebabnya, ada lari-lari. Lalu puas dengan hasil setelah usaha maksimal,” ujarnya.

Kemudian makna dari melempar jumrah (batu) artinya jemaah berjanji, sejak saat ini akan jadikan syetan sebagai musuh dan menjauh darinya.

“Kalau anda menepati janji anda, maka haji anda mabrur. Bukan sekadar sah saat pelaksanaanya di sana. Haji mabrur ditentukan setelah kembali dari Makkah. Dan ingat, anda berjanji pada Tuhan, bukan pada manusia,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Nur Jamal Shaid

Tags

Terkini

Terpopuler

X