• Sabtu, 1 Oktober 2022

7 Keutamaan Melaksanakan Ibadah Haji, Salah Satunya Bernilai Jihad

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:13 WIB

Muslim Terkini – Haji merupakan ibadah tahunan umat di kota suci Makkah. Ibadah haji menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu secara fisik, ilmu dan finansial (istita'ah), setidaknya sekali seumur hidup.

Haji merupakan rukun Islam kelima setelah Syahadat, Salat, Zakat, dan Puasa. Secara istilah, haji bisa diartikan berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu dan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah kepada Allah SWT.

Ibadah haji hanya dilaksanakan dari tanggal 8 sampai 12 Zulhijjah, bulan terakhir kalender Islam. Sebelum pandemi COVID-19, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun setelah pandemi, pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan ribuan sampai 60 ribu jemaah saja.

Lantas muncul pertanyaan, apa keutamaan dari ibadah haji? Sebenarnya, banyak ayat Alquran maupun hadits yang menyebutkan keutamaan-keutamaan ibadah haji.

Dikutip dari buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima karya Ahmad Sarwat, Lc. MA, ada 7 keutamaan menjalankan ibadah haji.

1. Menjauhkan Kefakiran dan Menghapus Dosa

Keutamaan pertama bagi Muslim yang melaksanakan ibadah haji adalah melenyapkan kefakiran. Rasulullah SAW bersabda :

“Kerjakanlah haji dengan umrah berturut-turut, karena mengerjakan keduanya seperti itu akan melenyapkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api tukang pandai besi menghilangkan karat besi.” (HR Ibnu Majah) 

Ibadah haji juga menjadi penebus dosa bagi yang mengerjakannya. Tidak ada ibadah yang lebih berharga dari yang dapat menghapus dosa-dosa. Karena tidak ada seorang pun yang luput dari dosa di dunia ini. Tentu dosa-dosa yang dimaksud disini sebatas dosa-dosa kecil saja.

Sedangkan dosa besar, tentu tidak hilang begitu saja dengan pergi haji ke tanah suci. Dosa-dosa besar itu membutuhkan taubat dalam arti sesungguhnya, bukan hanya dengan beristighfar atau mengerjakan ritual ibadah tertentu.

Halaman:

Editor: Nur Jamal Shaid

Sumber: Rumah Fiqih Indonesia

Tags

Terkini

Terpopuler

X