Dorong Investasi dan Permodalan Halal, Muslim Life Fair 2022 Perkokoh Ekosistem Keuangan Syariah

- Minggu, 27 Maret 2022 | 12:43 WIB
SHAFIQ dan LBS Urun Dana siap membantu UMKM yang membutuhkan pembiayaan syariah lewat skema penawaran efek berbasiskan teknologi informasi  (Muslim Life Fair)
SHAFIQ dan LBS Urun Dana siap membantu UMKM yang membutuhkan pembiayaan syariah lewat skema penawaran efek berbasiskan teknologi informasi (Muslim Life Fair)

MuslimTerkini.com – Pameran gaya hidup halal Muslim Life Fair 2022 yang digelar pada 25-27 Maret 2022 di Istora GBK, Senayan, Jakarta turut menghadirkan sejumlah layanan pembiayaan syariah.

Selain sebagai ajang sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, layanan ini juga disuguhkan demi mewujudkan impian calon pemodal dan pelaku UMKM yang ingin mengatasi tantangan keuangan namun dengan cara yang halal dan terbebas dari riba.

Tak bisa dipungkiri, pandemi covid-19 memberikan hantaman yang luar biasa terhadap para pelaku UKM muslim sehingga layanan pembiayaan syariah amat dibutuhkan.

Dengan begitu, pemodal ataupun calon penerima dana tak semata bisa mendapatkan keuntungan materi semata saat berinvestasi ataupun berbisnis, namun juga diharapkan dapat mencapai keberkahan dunia dan akhirat.

Baca Juga: 5 Contoh Sedekah Subuh di Rumah

Salah satu layanan pembiayaan syariah yang siap menjawab berbagai masalah pendanaan  selama gelaran Muslim Life Fair 2022 adalah SHAFIQ.

Sebagai platform layanan urun dana melalui penawaran efek berbasiskan teknologi informasi atau biasa disebut Securities Crowdfunding (SCF), SHAFIQ siap menjadi jembatan bagi calon pemodal dan pelaku usaha dalam mengembangkan keuangan dengan cara yang syar’i.

SCF yang telah diakui oleh OJK dan MUI ini memiliki 2 jenis layanan yakni saham syariah dan sukuk (obligasi syariah) yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

Melalui SHAFIQ, pelaku usaha dapat menerbitkan saham baru untuk dijual kepada pemodal. Selanjutnya, pemodal membeli saham tersebut senilai dengan preferensinya. Artinya pemodal telah memiliki sepersekian persen porsi kepemilikan atas usaha penerbit (pelaku usaha).

Halaman:

Editor: Nur Jamal Shaid

Artikel Terkait

Terkini

X